Rintik
Rayu pagi yang jauh
riuh tau yang berpeluh.
Bukalah aku yang menyambut.
Tapi kau.
Rayu bukanlah bujuk yang menyatu.
Andaikan kau tahu siapa aku,
Ku bukanlah air
bukan pula angin.
Hiasi dan sejukkan kau yang membisu.
Hati pun terlantun layu
sebab api kau sulut lewat rasaku.
Jika ku pergi jauh apa pedulimu.
Karena kau
satu rindu yang tertutup jauh.
Jumat, 04 September 2015
Nah admin langit teratai kali ini, saya mau nulis 2 puisi cinta yang mengharukan bagi yang mengunjungi blog ini, silahkan di ambil manfaatnya buat inspirasi anda semua, jangan lupa cantumkan sumber ya. salam
''Takkan Sampai''
Kali daya bandan hujan menghantamku
Matahari membalik wajah menutupkan pada badan asap hujan.
Kau hampiri aku.
Dibalik kabut serambi dikau termangu.
Berpaling.
Ya, kau berpaling.
Hindari aku pada malam yang kau sebut siksa.
Bual.
Ya, kau membual.
Nyanyian lagu pilu yang kau sebut cinta dan kesenangan.
Habis dayaku meyakinkan teguh pada hati batu.
......
''Untuk yang sejenak mampir''
Satu selat di malam raya
yang membatasi waktu.
bentangan lama jarak baru.
Aku menunggu rentang lama lagi jauh.
Mengalah bukanlah mau
untukku.
Untuk waktu yang jauh pasti terlantun pilu.
Terlampau sering menunggu.
Hingga kaki ini letih tanpahami.
Mengayuhpun adalah kutukan sia-sia.
Aku adalah samudera dan kau perahu di atasnya.
Cukup luas unuk arungi raya harapan.
Aku bersama diam dalam rantauan.
......
Langganan:
Postingan (Atom)