Senin, 19 September 2016

Radio

Radio

Radio sampai nanti?.
Sampai kapan kau merajuk dan mati.
Sedang salamku kini terbenam dalam.
Jadi, dimana suaramu.
Maka mari bernyanyi.
Sekali dua lipat kan ku pahami.
Bisakah untukmu ku kirim puisi.
Jika suaraku tak cukup merdu dalam nyanyi.
Aku hanya ingin hidup kembali.
Dalam radio klasik yang menemani sore hari.

30/Apr/16

1 komentar:

  1. Radio... sudah jarang yang mendengarkan... tapi aq masih senang... puisi itu aku suka

    BalasHapus