Tentang kopi dan bangku yang rindu
Pekat yang disuguhkan, terima kasih tuan.
Kau haturkan kopi ke mejaku bersama ingatan.
Ya, ditempat duduk ini beberapa bulan lalu dia bilang membawa sapu tanganku.
Rindu katanya.
Benda itu mewakilkan hadirku padanya.
Dia bilang ingin berbincang seharian tanpa resah.
Aku siap mendengar cerita seribu suka.
Bincangnya dalam tawa, bersama
tiap jengkal cerita dari suara teman sebangkunya.
Rindu katanya.
Mencium sapu tangan mewakilkan hadirku padanya.
Kenanglah waktunya.
Karena saat ini sudah tiada diduga.
Pergi dariku hadirnya.
Bersama orang baru yang dia cinta.
Beberapa bulan lalu,
kopi ini selalu mengingatkanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar