Jumat, 25 November 2016

Seminggu

(Untuk Paman sekaligus keluarga kami, dalam 7 hari kepergianmu)

Antara kita dan segala candamu.
Sebaris tawa yang kau suguhkan selalu.
Entah, dimana kita berada atau apakah ini sekedar singgah.
Ditiap batas malam yang sulit bertemu dan segala kerinduan.
Jika tawamu sudah pergi lalu siapa yang menghibur kami.
Dalam guyonanmu yang berbingkai rindu.
Dimana kami bisa bertemu lagi.
Dalam segala batas yang tak bisa kami lampaui.
Dalam segala duka yang kami resapi.
Dirimu sudah pergi sebelum kami sempat.
Bercanda mesra bersamamu sekali lagi.
Menegaskan bahwa hadirmu tak akan dapat terganti.

Senin, 21 November 2016

Sapa

Tentang kejadian dan mengapa.
Mengapa dan kenapa.
Ada apa sebenarnya kenapa.
Mengapa sebenarnya ada apa.
Ada apa sebenarnya ada apa.
Kenapa sebenarnya, mengapa.
Mengapa sebenarnya, kenapa.
Kenapa? dan Mengapa?
Dikejadian kita.

Kamis, 17 November 2016

Yang dikenang

(Untuk paman sekaligus keluarga kita)

Anda telah berpulang orang yang kita sayang.
Dimata yang berbeda dengan segala tetes terbayang.
Kami tak menyangka dipagi yang tenang.
Dihembus nafasmu yang masih senang.
Dalam rindu milikNya Tuhan segala orang.
Anda dipanggil dengan segala kasih sayang.

Segala yang kami kenang.

Waktu

Kami dan pagi ini, serta
masih kabut tipis yang menyelimuti.
Pekat caya sedikit berterik, hilang
sulit temukan jalan yang bimbang.
Berkenaan sama-sama berlari, ada
duduk, diam serta enggan berdiri.
Bercengkrama pada siang, pada
sesal terasa lebih malang.
Sore yang sudah berdegup, membuat
segala tutur kembang gugup.
Dalam tanya bayangMu menyapa, pada
dua cahaya yang berdiri membawa janji.
Dan.
Malam,
segala yang kelam terasakan, betapa
hilang dalam hadirku pada matahari tenggelam silam.

Rabu, 16 November 2016

Tentangmu

Tentangmu serta batasan segala rindu.
Jika malam mau bisa kuceritakan tentangmu.
Selepas suntuk dan batas-batas kita yang tidak mungkin masuk.
Malam dan malam mulai menggenggam.
Berpulang rindu sebab temu tinggallah temu.
Melepas ingin dalam ikhlas yang dingin.
Kerna, dimana aku adalah garis antara kamu.
Lalu apa yang akhirnya menyatu.
Tentangmu serta batasan segala rindu.

Minggu, 06 November 2016

Lampu malam ini

Senyap yang ada hanya mendekati.
Mencoba memeluk kembali aku pada kesendirian yang tak berujung.
Keegoisan melekati dinding-dinding sepi, enggan mencari mata yang menemani.
Detik-detik malam ini enggan beranjak,
dikelip lampu kota taman dan segala kopi yang hitam.
Duduk dan menjadi sepi ditengah ramai yang hadir menemani.
Segenang kolam diaspal basah menampilkan siluet wajah dari celah yang kulihat diatasnya.
Kering ia dalam duka yang tak tahu arah.
Mencoba mengusir sendiri dari dekapan sepi.
Mencoba mencari arti pada malam yang tak mampu dimengerti.
Bersama dan sendiri.

Mojosari, 6/11/16