Kamu dan dingin merut kulitmu menahan angin.
Berbicara dengan suara lantang tapi lirih didengar orang.
Selepas pagi hingga terik siang tuan tapaki.
Panas dan keringat serta kepulan asap jalanan.
Hingga dingin hujan mencabik tipis kening berkernyit.
Berderet-deret sapa kau suguhkan.
Dari yang tersenyum, menolak serta diam engkau teracuhkan.
Menawar takdir yang kadang menggelintir.
Membujuk waktu agar mau membantu.
Mendorong segala kata hingga berbuah helaian rupiah.
Percayalah indah duniamu sudah disiapkan pada akhirnya.
Sebab tiada dalam hatimu kata minta.
Jumat, 02 Desember 2016
Tidak tahu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar