Senin, 19 September 2016

Malam

Malam

Tiadamu ada disini.
Bukan hilang hingga menyusup
di keheningan malam.
Hilangmu bukan pergi.
Tapi masih hadir hingga mengarat
bersamaan suara.
Senyapmu bukan tak ada.
Denyut pun terasa merengkuh
dikesungguhan.
Dan kuhadirkan malam ini.
Bukan tiada, hilang, senyap pun berbisik.
Ini do'a hadirkan.
Untuk sungguh
yang tak hilang karena gamang.
Dan senyap yang tiada temu
karena lantun ini untukmu.

00:59   26/06/16

Radio

Radio

Radio sampai nanti?.
Sampai kapan kau merajuk dan mati.
Sedang salamku kini terbenam dalam.
Jadi, dimana suaramu.
Maka mari bernyanyi.
Sekali dua lipat kan ku pahami.
Bisakah untukmu ku kirim puisi.
Jika suaraku tak cukup merdu dalam nyanyi.
Aku hanya ingin hidup kembali.
Dalam radio klasik yang menemani sore hari.

30/Apr/16