Pagi pun sudah datang hari ini.
Menyisakan, basah.
Serta bercak luka kemarin sore.
Hadirmu pun sebatas mampir untuk berakhir.
Aku tidak tahu tentang segala yang ada dalamku.
Aku ingin hilang.
Sabtu, 01 Oktober 2016
Hujan 3
Hujan 2
Aku tahu hujan ini sesaat.
Tapi tetap saja ada luka melekat.
Aku akan lebih mudah melupakan keterlanjuran.
Jika tidak pernah ada kesengajaan.
Tuhan selalu merelakan diriku untuk bisa melihat pertemuan mereka.
Ada yang tidak akan bisa kamu mengerti.
Tentang hujan dan pilihan yang kau cari.
Ada awan hujan kaki langit pun enggan.
Menahan hujan sebab duka sudah jatuh bersamaan.
Hujan.
(Semua ketidakwarasanku ialah masih saja ini tentangmu)
Hujan
Aku adalah gumpalan debu dan asap.
Aku adalah gumpalan awan hitam dilangit.
Aku adalah mendung kelam yang memayungi.
Aku adalah rinai air.
Aku adalah hujan di awan jingga yang menghitam waktunya.
Aku adalah gumpalan debu yang menjadi hujan,
kemudian membasahimu bersamanya.
Ingin menghadirkan sejuk dan suasana romantis untukmu,
tanpa kau memperdulikan bahwa aku sedang jatuh.
(Saat aku melihatmu dengannya didepan hujan yang sama)