Sabtu, 08 Oktober 2016

Terakhir kali

Aku duduk kembali.
Disela-sela pagi, di terik yang masih sepi.
Tidak ada kata, aku dan sendiri.
Masih saling sapa mata embun yang berkaca,
dari duka kemarin malam yang ada.
Aku duduk kembali.
Ditengah-tengah hilangnya kopi yang sudah enggan berbagi.
Sebab kehilangan bukan untuk bertemu kedukaan.
Kehilangan tentang melapangkan.
Dari ikhlas jemari yang lepas dan enggan memautkan pesan.
Aku duduk kembali.
Kemudian tidur disini.
Enggan kembali lagi.
Aku pamit hilang sepi.

-Terakhir kali.

Lazuardi

Ada pagi kali ini, siang sore berhenti.
Menghela nafas yang disambut hujan deras.
Dan langit baru muncul.
Awan yang hening serta tak biasa ialah ceria.
Langit dan teduh yang kamu hadirkan mampu membuat melupakan.
Sebab sederas apapun hujan akan berakhir dengan kehangatan.
Dalam langit dan tertawa.
Henti menjadi jelaga di tiap suasana.
Ada hadirmu seperti langit baru.
Lazuardi pagi di terataiku.