Senyap yang ada hanya mendekati.
Mencoba memeluk kembali aku pada kesendirian yang tak berujung.
Keegoisan melekati dinding-dinding sepi, enggan mencari mata yang menemani.
Detik-detik malam ini enggan beranjak,
dikelip lampu kota taman dan segala kopi yang hitam.
Duduk dan menjadi sepi ditengah ramai yang hadir menemani.
Segenang kolam diaspal basah menampilkan siluet wajah dari celah yang kulihat diatasnya.
Kering ia dalam duka yang tak tahu arah.
Mencoba mengusir sendiri dari dekapan sepi.
Mencoba mencari arti pada malam yang tak mampu dimengerti.
Bersama dan sendiri.
Mojosari, 6/11/16