Jumat, 09 Desember 2016

Hadir kembali

(Untuk paman yang hadirnya takkan terganti ditiap purnama yang silih berganti)

Sudah satu purnama kita berjarak dan berbeda hingga terasa sesak berdenyut di dada.
Sesekali kutengok dan berkata mungkin begini degup ini.
Saat hadirmu sudah tak disisi.
Dan namamu sudah tertulis menancap batu berdiri.
Kupandangi tiap malam yang tak berteduh pada rintik-rintik sepi.
Disertai rindu yang masih saja tetap membekas dihati.
Kalimatmu masih bersembunyi dibalik lentik tangan berdo'a sendiri.
Hingga bekas air mata yang sudah kering.
Kini teringat mulai kembali keluar membawahi kening.
Batasan rinduku tak cukup melampaui segala syahdu do'a untukmu.
Hingga kami selalu tahu.
Bahwa rindu ialah tentang do'a yang kami hadirkan untukmu.
Semoga selalu mendapat tempat terbaik disisiNya di segala amalmu.
Kita akan bertemu kembali.
Pada dua purnama yang terlalui nanti.
Didetik 100 hari.
Untukmu yang selalu dihati.