(Untuk paman yang telah pergi)
Satu, dua, tiga
Enam, tujuh juga
Berapa kita sudah
Sejak semua orang mengantarmu
Dimana kita tidur?
Dijendela yang masih setia memandang jenuh duka
Bukan hanya pintu yang rindu
Cinta, sebuah pasak yang mengakar beluntas di kaki hati
Ah, sudah ramadhan lagi
Kini tempat itu kosong dan segala rindu mencari
Jendela, jendela, jendela
Kaca, kaca, kaca
Rumah, rumah, rumah
Timbunan cinta mengubur kita dalam rindu berjumpa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar