Tak tentu arah aku bisa menunggumu
katamu yang berserakan mengakar
pada akhirnya
aku hilang waktu juga.
.
Sebuah jendela terbuka dan pintu
dibiarkna pergi meninggalkan rindu begitu saja
hingga nantinya
waktu akan menjemputku dengan sukarela.
.
Apa mungkin aku atau memang
kamar ini yang mulai mendingin;
beberapa dari kabut sunyi meniduriku
diranjang tak bertepi.
Bisakah kita bertemu untuk sesekali?
.
Dan jika cintalah buah kalbu
ia pernah hidup dirahim rindu,
sesekali aku ingin menyatu.
Dalam sebuah dzikir yang hidup kalbu.
Jumat, 12 Mei 2017
Permintaan
Merindu melara
Disinikah tempat kesamaran dari
secuil kasmaran? engkau
menarik pangkal bujukku tuk berpendirian,
sekali lagi masa ialah tentang
rembulan yang minum awan langit
malam cinta yang menggamit.
.
Disinikah aku menemukan beluntas hampa
yang dibaliknya biasa kutulis namamu?
tapi biarlah malam ini aku mesra duka
menepilah sedikit dari ranjang pepenaku.
.
Disini aku yang berkaca berpeluh
menyisir buaian rambut waktu
bisakah engkau minggir duka
biar kumesra dengan lara yang merindu.
Langganan:
Postingan (Atom)