Minggu, 22 Oktober 2017

Sebuah perbincangan

Mungkin tidak lama lagi seseorang akan merasakan sepi kembali, atau
mungkin hanya keadaan yang enggan mencari.
Pernah kubangun sebuah gubuk malam dengan senyuman, namun sudah berpuluh bayangan bulan silih berganti, ia ku tinggalkan.
Aku yang waktu itu dibawa ruang ketidaktahuan, sengaja meninggalkan.
Barangkali mata harus punya jarak, untuk pernah merasakan memapah sebuah rindu.
Semenjak jarak itu, tiap malam aku membeli sepi yang musti kupahami, dan menahan segala mau untuk memadu.
Seribu kata sudah kuketik, kutulis dan ku urungkan sampainya.
Perlahan dan pasti sebuah catatan terus memaksaku menandai keadaan, dan malammu yang tak pernah ku tahu dengan bagaimana hadir ketiadaan.
Perbincangan kita sudah tidak mampu hadir keyakinan,
dan sudah bisa kutitipkan resah kelanjutan pada Tuhan dan sebuah kemungkinan.